Skip to main content

Luqman, Hati, dan Lisan

Fg: @affa_esens Talent: Achmad Nidzomi
"MODKISSOR"(Modifikasi Kisah Sore) 😁😁
____________________
Luqman merupakan budak. Suatu ketika, tuannya memanggil dan memberinya Kambing.
"Wedus iki samian sembelih, lalu pilihkan aku bagian terbaik dari kambing ini"
Luqman meng-iyakan "Nggeh, Siap"
Akhirnya Luqman menyembelih kambing itu, lalu memilih Jantung (hati) dan Lidah untuk diberikan kepada tuannya.
"Niki pilihan kulo damel njenengan". Ungkap luqman sambil memberikan jantung dan lisan yang terbungkus daun pisang. 😂🤣
Tuannyapun menerima suguhan itu. "Oke, timakasih".
"Eh, sek. Samian tunggu". Sambung Sang tuan.
Luqman mengambil nafas lamat-lamat, meng-iyakan.
Selang bebeapa menit, sang tuan datang sambil membawa seekor kambing.

"Wedus iki samian sembelih, terus pilihne aku bagian sing paling buruk". Pinta sang tuan
Lagi-lagi luqman meng-iyakan. "Nggeh, siap"
Sama seperti sebelumnya, luqman menyembelih kambing itu, mengambil jantung (hati) dan lidah sebagai pilihannya.
Selepas dihaturkan, Sang tuan bertanya.

"Iki maksudmu pie to? Aku njaluk pilihno bagian sing paling apik, samian pilihno Jantung (hati) mbik lidah. Barang aku njaluk pilihno bagian sing paling buruk, samian pilihno Jangtung (hati) mbik ilat pisan. Iki pie see?". Sentak tuannya.
Luqman menghela nafas lamat-lamat, laku berkata,
"Mboten wonten sesuatu sing paling bagus ketimbang jantung (hati) dan lisan ketika keduanya bagus. Lan mboten wonten sesuatu sing paling buruk ketimbang jantung (hati) dan Lisan ketika keduanya buruk"
____________________

*Dapat kita petik kesimpulan bahwa.... 🤔 eem, opo yo? 😅
____________________
@affa_esens

A refreshing moment for Achmad Nidzomi 🤗🤗
Matur nuwun buat willingness-nya Muhammad Ainur Rohman, Samar Afand, Achmad Nidzomi, Ekhsan Muhammad 🤗 🙏🙏🙏
Meski lelah perjalanannya, naik-turun tangga, lari-lariannya😅 Tapi ada sensasi kebersamaannya kan ya? 🤝
Hihihi. 😁
Nuwus,

Comments

Popular posts from this blog

Karakteristik Ajaran Islam

KARAKTERISTIK AJARAN ISLAM MAKALAH Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Ilmu Pengantar Islam Dosen Pengampu: Moh. Dliya’ul Chaq. M. HI. Oleh: 1.       Muhammad Zulfi Fanani 2.       Hasbullah 3.       Muhammad Afwan Imamul Muttaqin 4.       Lugina M Ramdan 5.       Muhammad Irham Mabruri INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)  TAMBAKBERAS JOMBANG 2017 BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Setiap agama mempunyai karakteristik ajaran yang membedakan dari agama-agama lain. Agama yang didakwahkan secara sungguh-sungguh diharapkan dapat menyelematkan dunia yang terpecah-pecah dalam berbagai bagian-bagian. Perpecahan saling mengintai dan berbagai krisis yang belum diketahui bagaimana cara mengatasinya. Tidak mudah m...

KH Shodiq Muslih

KIAI SODIQ   Saat haul ke-27 KH Shodiq Muslih , pendiri Pesantren Mambaul Huda Genukwatu Ngoro Jombang, Selasa (9/8/2016), Pengasuh Pesantren Al Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas KH Jamaludin Ahmad menceritakan sejumlah keistimewaan Kiai Shodiq.   ’’Kiai Sodiq ini namanya, perkataannya, dan firasatnya, sama. Sodiq semua. Jarang ada orang yang nama dan perkataan serta perbuatannya sama seperti beliau,’’ tutur Kiai Jamal.   Kiai Jamal lantas menceritakan sejumlah mukasyafahnya Kiai Sodiq. Kiai Sodiq ini masih pakdenya Kiai Jamal. 1.      Kiai Jamal pernah bertanya kepada ibunda Kiai Sodiq. ’’Bu, panjenengan kok bisa punya anak seperti Kiai Sodiq ini bagaimana?’’ kata Kiai Sodiq. Ibunda Kiai Sodiq cerita, beberapa kali punya anak laki-laki selalu lahir meninggal. Akhirnya begitu hamil lagi, sang ibu memutuskan untuk terus berpuasa sampai melahirkan. Hingga lahirlah Kiai Sodiq. ’’Agar b...

Bersama Ku (Cuplikan Cerpen1)

"Maafkan aku Al". Ungkapku melepas keheningan. Al sejenak melirikku, lantas berpaling memandangi langit malam yang kosong. Aku menghela nafas. "Al, kamu marah ta?". Aku menghela nafas lagi. Tanpa respond, Al tetap memandangi langit malam. Aku menelan ludah. Aku sedikit heran dengannya, padahal langit malam ini kosong, tak ada bulan pun bintang, hanya ada gumpalan mendung yang garang. "Lantas apa yang Al pandang?". Gumamku dalam hati. "Lihatlah Af, langit malam ini sangat gelap kan? tak ada bintang bulanpun tak datang". Ungkapnya, aku memandangnya. Matanya sembab, bibirnya terlungkap, dan perlahan kembali berucap. "Meski langit begitu garang, gelap, dengan gumpalan awan mendung yang menyelimutinya, tapi aku terus mencari celah cahaya disana Af, aku terus mencarinya karena aku tahu bahwa langit tak selamanya akan seperti ini". Al mendukkan kepalanya, menahan tangisn. Aku menghela nafas dalam-dalam, dan membelai lamat-lamat punggun...