Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Opini

Novel WIGATI: "Antara Hanyut, Salut, dan terinspirasi"

Antara Hanyut, Salut, dan Menginspirasi (Tentang Wigati & Hati Suhita Karya Bu Khilma Anis) BABAK I                 Sejak awal, saya sudah curiga tentang isi novel ‘WIGATI’. Pertama kali saya tau buku itu dari story WA salah satu Bu Nyai tambakberas. Hehehe. Maklum, sebagai pecandu buku fiksi – yang notabene masih kawakan – saya langsung terpana dan segera mencari informasi tentang buku itu. dan beruntungnya, ada alumni pesantren yang mosting buku “WIGATI” dengan foto konsep sakral ala jawa. Saya chattingi , dan Seeett! Akhirnya tembus.                 Selang beberapa hari akhirnya si ‘WIGATI’ datang. Lengkap dengan wedang uwuh, penghangat badan. Mulai saya baca. Satu-dua lembar, hingga akhirnya saya sadar. Bahwa kejujuran adalah hal yang sangat dibenarkan. Dan saya jujur, kalau meninggalkan selembar “WIGATI” saja, s...

Kisah: SALING SAPA(?)

Kisah: SALING SAPA(?)  Sore itu, aku duduk diteras masjid. Menunggu Hariza yang kembali ke kamar, "Ambil Uang" Katanya. Disebelahku, ada beberapa anak. Usianya kira-kira 3 tahun lebih muda dariku. Mereka berkisah, tertawa, terpingkal. Biasa, sambil makan jajan dan membuang sampahnya di taman, sembarangan. Ironinya lagi. Beberapa detik setelah bocah-bocah itu serempak mengangguk karena disapa Burhan, sebayaku, mereka berbisik:  "Iku sopo se?! Ora kenal tapi sok kenal  🤨 " "Iyo. Kowa-kowwo des!  😏 😜 " Timpal lainnya. Aku terhenyak memandangi mereka.  "Lhaiyooo  🙄 " Bathinku Dan sekejap, senja menjadi malu seiring sahut gelak tawa mereka. _____________________ @affa_esens :  Achmad Nidzomi _____________________ Suka Puisi?  😘 Ada Puisi Baru; judulnya "Dingin" Berkisah tentangku dan kawan baruku. Kami berbincang, bercanda, dan sesekali diam. Klik: https://sukapuisii.blogspot.com...

Selamat Hari Kamis (17)

____________________ Lagi-lagi Siapa dipaksa berfikir keras tentang hidup dan masa depan. Rekan-rekannya sudah sibuk 'menata hidup', sedang dia masih ringsut memikirkan 'apa itu hidup'. Dan, kalau saja kita diam, sepuluh tahun kedepan kita akan melihat Siapa dengan penuh 'belas kasihan'. Nuwus atas pepilinge,  🙏 💪   💪 @affa_esens Miftahuddin Hadziq ____________________ 💁‍♂️ Imam Bayhaqi 💁‍♂️ Fiy *Inspiring 🙆‍♂️ Muhammad Ainur Rohman

Taman Tugu Balai Kota Ngalam 😍

___________________ Sebagai arek Ngalam, juga pemula fotografi, saya dulu puengeeen banget moto taman ini. Selain pesonanya yang indah, tentu biar temen2 ngebet maen ke rumah 😅 . Akhirnya keturutan 2 tahun lalu. Hehe  😁 Lagi-lagi saya tegaskan. Ndak ada yang istimewa dari foto ini. Over color kan ya? Komposisinya pun juga biasa saja. Tapi njajalo kesini  😙 awas gak pengen mulih 😄 . # Nyejarah dulu 🙄 Taman ini sudah ada sejak zaman belanda. Pas pakde Jenderal Pieter Zoen Coen masih memimpin 😅 . Baru setahun pasca kemerdekaan RI, arek2 malang mendesak berubahnya struktur pemerintahan Malang agar orang Indo sendiri yang menguasainya. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan monumen Tugu dan diresmikan olah Mbah Ir. Soekarno dan A.G Suroto. Tahun 1948 sempat ada agresi militer yang kober menghancurkan tugu. Namun dengan gegas, tugu kembali berdiri tahun '49 dan Pak Karno lagi yang meresmikan. # Mbuh lah, mbulet 😅

Selamat Hari Kamis (5) 🤗

Tau? Mana yang dari hati, dan mana yang manipulasi?' ____________________ Mendapati komentar orang tentang tulisan saya yang kumal, membuat saya senyum-senyum sendiri.  😅 "Sopose Wan Bidadari sing nggarai awakmu galau terus? 🤔 " Tanya seorang teman. "Galau? 🙄 " Tanyaku balik. "Nah iku. Puisimu galaaau terus  🤣 " Ungkapnya sambil cengingisan. Aku hanya tertawa, menyelarasinya. Padahal sanjungan angin yang melintas begitu saja, pun akan hilang begitu saja. Gatal jemari memaksa kepala berperi. Lalu memeras sejuta kenangan dan bernostalgia. Atau setidaknya membungkus fakta serapi mungkin. Sampai-sampai tak tau, mana yang dari hati dan mana yang manipulasi. 😪 # Benar, perihal penafsiran tulisan memang tergantung pembaca. Bagaimana kita menangkap maksud tulisan, ya itulah yang akan didapatkan. terlepas dari peran penulis. Ambil contoh puisi ini. Yang merujuk tentang betapa berharganya sebuah kesempatan. Kisah-kisah yang sehar...

Literasi Kaum Santri

*Oleh: Bapak Muhammad Zulianto             Jauh sebelum pemerintah menanamkan program literasi wajib membaca dan menulis di kurikulum sekolah, kaum santri sudah lebih dulu akrab dengan kegiatan membaca dan menulis sebagai kurikulum.      Pesantren-pesantren yang di isukan "ndeso", tradisional dan konservatif itu, nyatanya telah lebih dulu menjadwal kegiatan-kegiatan yang sifatnya tarbiyah-ubudiyah (pendidikan dan amalan), dan menata dengan teratur jadwal dirasah-ta'limiyah (kajian dan belajar-mengajar)  yang isi kurikulumnya adalah membaca, menulis dan kemudian mereproduksi (menulis ulang) dalam komentar yang lebih panjang.      Tidak hanya itu, pada setiap materi yang diajarkan dan dipelajari oleh santri, ada kegiatan-kegiatan pengayaan seperti "bahsul" (pembahasan), "takror" (mengulang pelajaran yang telah disampaikan guru) dan syawir (musyawarah), sehingga ilmu yang di dapatkan dari guru selalu berkem...

'Mbeling'

Ba'da hataman ngaji kilatan. Ramadhan 1439H Mbeling (Bapak Muhammad Zulianto) Tidak selalu dunia-nya santri lurus dan tenang-tenang saja. Bahkan dibanyak waktu, kelokan tajam dan lubang jalan terjal nyantri kerap menguji. Ada saja masalahnya. Mulai ekonomi sampai "mbolos" ngaji. Dari belajar nakal sampai rambut dipetal. Dari nggandol makan di warung sampai nggandol truck di jalanan. Hingga terkena "candu" warung kopi sampai soal asmara antar asrama. Atau bahkan sampai tidak naik kelas. "Mbeling" adalah istilah yang memiliki banyak arti dan sudah membumi di kalangan santri. Apalagi bagi santri yang memang "mbeling". Rasanya memang tidak lengkap jika nyantri hanya melulu lurus mengaji, nderes, setoran dan wetonan. Sekali-kali harus (pernah) mbeling. Ibarat masakan, mbeling adalah bumbu penyedapnya. Dan penyedap tak perlu banyak-banyak. Asal takaranya terukur dan ada resep yang mengarahkan.             Gus Dur ...

Selamat Hari kamis (3): Obrolan Yang Terhela

Selamat Hari Kamis (3) 'Mulih-Muliho' 😅 ____________________ Hari kamis selalu memberi nuansa spesial. Terlebih saat liburan seperti ini. Hari-hari jadi indah, layaknya burung lepas dari sangkarnya, terbang bebas meskipun lupa belum makan, 😐 Ups. hehe Baru beberapa hari liburan, sudah banyak foto bertebaran. Entah yang safarian, bepergian, muncak juga ada. Eh, bahkan ada foto saya yang aduuuh, barengan sama adek-adek terbaik di kelas IX  fh . Hehe 😅 "Kaget wan?"  Nggak! itu sudah lumrah ya... Yang namanya orang seneng kan ya ndak mesti. Bentuk  pengekspresiannya itulo macem-macem. Hemat saya, yang penting satu, Ojo sampek ndadeko wirang pondok . Itu yang seriiiiing kali di pesankan Yai untuk kita. Yakan? 😙 Hehehe. 😏 "Eh, Kang. Lha samian seminggu liburan iki lapo ae?". Tanyaku pada kang santri pilihan. "Hehehe, emm. Anu. Eeem" "Huaah! 😆Kok malah manyuuun😏" Gertakku setelah mendapatinya  linglung...

Karena Santri Itu Satu, MANUT

“Siapa sih yang pengen ilmunya nggak manfaat?” 😶 😶 😶 😑 __________________________ _________________ Sarasehan malam itu layaknya membuat kita sedikit sumringah. Kepenatan pandang antara “kita” dengan “kita” menjadi sedikit longgar.  😊 Serasa lebih akrab dari biasanya. Meski yang dibahas adalah hal-hal berbobot, agaknya tersingkap dengan kesederhanaan yang akrab, membuat kita mudah menangkap.  Memang benar, semua santri pasti hafal dengan rukun santri. Karena memang hanya ada tiga point. Tapi jangan salah, tiga hal itu merupakan pokok, suatu keharusan yang musti kita penuhi dengan usaha kuat. Layaknya sholat. Kalau salah satu rukun tidak terpenuhi, maka status shalatnya adalah batal. Selaras dengan itu, kalau salah satu dari rukun santri lalai kita penuhi, maka status kesantrian kita perlu di pertanyakan lagi. Berat? Memang! Usaha? Harus! Eh. Sebelum saya akhiri, mari kita bersama menumbuhkan kesadaran. Sadar akan kesantrian kita. Sadar bahwa santri itu yang pen...

Awali Hari Dengan Caramu!

"Kalau sudah duduk disini, aku tak peduli akan duduk dimana lagi" Selamat pagi kawan.  Kebahagiaan seringkali terbengkalai dalam lagzun dan itisal yang pelik. Padahal, begitu banyak kebahagiaan disekitar kita, dan kita terlampau alpa! Selamat mengawali hari dengan caramu! Ingatku pada dawuhnya Kh. Kholiq Hasan waktu sowan-sowan kelas akhir tahun lalu; " Karena peliknya hati, orang sering konsentrasi pada kesusahan. Padahal kebehagiaan lebih banyak daripada kesusahan"

Jangan Salah Kira

Bagaimana? Masih suka membanggakan diri? mengotak atik berbagai kata supaya banyak love like love like yang bertaburan? Ah, kepalaku tertunduk dengan sendirinya saat mulut ini terpancing omongan "mereka" Ah, ternyata. Kalau memang seperti itu, bakal berhenti disini saja. Ukhrowinya? tentu nihil. Lantas? Tetap! Tujuannya hanya Allah. Adapun dll-nya itu bonuss  :D Pastikan. Satu! NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGABDI NGBADI  :D   :D   :D   Enyahlah. Salah kami juga banyak kok nyatanya. Bukannya kami menggurui. Besarharapan kami agar kita semua bisa saling mengingatkan...  :D >>>> Baca Juga Caption di fotonya yaa... <<<<

Malu Mengingatkan?

Kenapa kita sering kali malu untuk saling mengingatkan? "Karena saya belum bisa melakukan" "Kalau saya sungkan, dia teman saya" "Karena saya pernah melakukan hal itu" "Saya takut!" "males aja" Dan, masih ada seribu alasan lebih, untuk menjawab pertanyaan diatas! # Masa depan Bumi kita terasa diujung tanduk. Bumi kita sangat membutuhkan personil "PEKA" terhadap sesama, termasuk lingkungan. Juga saling mengingatkan tentunya! _ Suatu hari. Gerimis tipis menyergap senja bumi kami. sampah berserakan menghalangi jalan. diujung teras depan kamar, terdapat anak-anak kecil bergurau bercanda lepas. "Le! Timbang guyon mending nyapu kono loh!!". Ungkap kakak kelas dengan nada tinggi. "Hehehehe, nggeh sek". Sambut precil berbaju biru kusut, cengar-cengir. "Isin maas maas". Sahut rekannya. _ Ah, kalau dibiarkan saja, bagaimana nasib moral generasi selanjutnya? _ D...

Semangat Dengan Kata-Kata

"Beri semangat temanmu walau hanya degan kata-kata" Semangat Semangaat Semangaat!!" _ Terkadang tubuh ini memang berat malakukan aktifitas. Malas, pusing banyak urusan, atau bahkan kehabisan uang. Kalau uluran tangan teman mau menyapa, Alhamdulillah! Senang bukan rasanya punya teman yang selalu memberikan kita semangat? Semangaat Semangaat Semangaat!!! Beri saya semangat! Beri kami semangat! beri semua semangaat!!

Alangkah Lucunya UN-ini

Semangat UN sudah runtuh? benarkah?! UN tidak lagi menjadi momok untuk siswa. Tragedi ini terlihat lucu sekali. Rasa cemas, khawatir dan terus meningatkan belajar sudah tak terlihat lagi. Semua santai saja. Berjalan seperti biasanya. Sejak diadakannya sebelum tahun 1969 merupakan keserempakan yang meluas. Dimana semua dari pemerintah. lambat laun hingga sekarang perombakan sistem terus saja terjadi. 1972-1982/1982-2002/2002-2004/2005-sekarang Dan entah sampai kapan kita menjadi masa percobaan sisitim! BAGAIMANA TANGGAPAN ANDA?

ISTIGHOTSAH KUBRO

Subhanallaah..... Alhamdulillaaah.. Alhamdulillaah.. Kalimat Thayyibah tak hentinya melantun dari bibir lusuh kami. Warga Nahdliyyin benar-benar "tumplek-blek" membanjiri Glora Delta Sidoarjo. acara akbar istigatsah sekaligus menyongsong HARLAH NU pada 16 Rajab depan merupakan gambaran otentink keserempakan warga NU. Banjir insan ini selaras dengan peristiwa yang berlangsung 21 tahun silam, 2 Desember 1996. Dimana, bukan stadion yang mengelilingi warga NU, tetapi "WARGA NU-LAH YANG MENGELILINGI STADION GLORA DELTA SIDOARJO" Semangat kebersamaan!! Photo by;  Nahdatul Ulama