Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Cerpen

Novel WIGATI: "Antara Hanyut, Salut, dan terinspirasi"

Antara Hanyut, Salut, dan Menginspirasi (Tentang Wigati & Hati Suhita Karya Bu Khilma Anis) BABAK I                 Sejak awal, saya sudah curiga tentang isi novel ‘WIGATI’. Pertama kali saya tau buku itu dari story WA salah satu Bu Nyai tambakberas. Hehehe. Maklum, sebagai pecandu buku fiksi – yang notabene masih kawakan – saya langsung terpana dan segera mencari informasi tentang buku itu. dan beruntungnya, ada alumni pesantren yang mosting buku “WIGATI” dengan foto konsep sakral ala jawa. Saya chattingi , dan Seeett! Akhirnya tembus.                 Selang beberapa hari akhirnya si ‘WIGATI’ datang. Lengkap dengan wedang uwuh, penghangat badan. Mulai saya baca. Satu-dua lembar, hingga akhirnya saya sadar. Bahwa kejujuran adalah hal yang sangat dibenarkan. Dan saya jujur, kalau meninggalkan selembar “WIGATI” saja, s...

Kisah: Dikira Bangun Tidur

Kisah: Dikira Bangun Tidur Entah kenapa malam ini tiba-tiba aku terbangun. Kedinginan tidak, apalagi kebelet pipis. Sejak kecil, Ayah selalu mengajariku buang air kecil sebelum tidur. Dan sampai sekarang, aku tak bisa tidur sebelum kencing lebih dulu. A da apa ini? Dekap selimut lebih kurapatkan lagi, tapi sulit rasanya untuk tidur kembali. “Ah, ada apaa ini?!” . Gumamku dalam hati. Sementara sayup angin mesra mengibas-ibaskan daun pohon mangga yang ada didepan surau. Membuatnya landai jatuh ketanah. Aku bangkit, lalu melangkah diantara dengkur rekan-rekan. Disela-sela mimpi nakal mereka.             Ku terobos kesunyian. Mengelilingi bilik-bilik yang sepi. Masjid, parkiran, ruang tamu, kamar mandi, dapur, kantor. Semuanya lelap. Ku hembuskan nafas, lelah. Lalu mengibarkan pandangan ke langit. Menikam bui-bui bintang dan bulan.             “Kalau saja aku bisa ke...

๐Ÿ‘“ Kaca Mata ๐Ÿ‘“

๐Ÿ‘“  Kaca Mata  ๐Ÿ‘“ Beberapa debu menyeka pelipisku. Disini begitu rindang. Entah karena desain ruangannya, atau bintang yang berhamburan di atas sana. "Za, lepasen kacamata mu" "Lepas?  ๐Ÿคจ " Tanyanya. Aku mengangguk. Lantas dia memegang tangkai kacamatanya, mengangkatnya dari daun telinga, dan meletakkanya diatas meja. Aku tersenyum. Hariza terlihat bingung. "Lalu?  ๐Ÿ™„ " "Hehe. Ora. Nek melihat seorang berkacamata aku tertarik memintanya melepas kacamatanya  ๐Ÿ˜… " "Ooh. Hehehe  ๐Ÿ˜ " Suasana mendadak larut. Aku diam, dia juga. Dan soal kacamata, ku rasa itu hanya bual alasan. Minimal agar dia tau kalau aku suka. Kami menguap  ๐Ÿ˜ด . Sesaat setelah pesanan kami datang. Dua cangkir cappucino panas.  ☕ ☕

Kisah: SALING SAPA(?)

Kisah: SALING SAPA(?)  Sore itu, aku duduk diteras masjid. Menunggu Hariza yang kembali ke kamar, "Ambil Uang" Katanya. Disebelahku, ada beberapa anak. Usianya kira-kira 3 tahun lebih muda dariku. Mereka berkisah, tertawa, terpingkal. Biasa, sambil makan jajan dan membuang sampahnya di taman, sembarangan. Ironinya lagi. Beberapa detik setelah bocah-bocah itu serempak mengangguk karena disapa Burhan, sebayaku, mereka berbisik:  "Iku sopo se?! Ora kenal tapi sok kenal  ๐Ÿคจ " "Iyo. Kowa-kowwo des!  ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜œ " Timpal lainnya. Aku terhenyak memandangi mereka.  "Lhaiyooo  ๐Ÿ™„ " Bathinku Dan sekejap, senja menjadi malu seiring sahut gelak tawa mereka. _____________________ @affa_esens :  Achmad Nidzomi _____________________ Suka Puisi?  ๐Ÿ˜˜ Ada Puisi Baru; judulnya "Dingin" Berkisah tentangku dan kawan baruku. Kami berbincang, bercanda, dan sesekali diam. Klik: https://sukapuisii.blogspot.com...

Kisah: Santri Jangan Ngrundel

๐Ÿ˜Ž Selamat  Hari Kamis (10) ๐Ÿ˜Ž (Cerita Dari Teman Sebaya) ___________________ "Enak ya jadi guru Diniyyah ๐Ÿ˜ ". Ungkap Siapa. "Enak gimana? ๐Ÿ™„ ". Tanya Rinai heran. “Yaa... enak aja. Kegiatannya ndak sepadat kita ๐Ÿ˜ ”. Jawab Siapa sekenanya. Dia tergiur dengan rutinitas serba enak yang dimilliki gurunya. “Hust! Ngawur ae samian. Dadi guru iku uabot lo ๐Ÿ˜ถ ”. Desah nafas rinai berderu, kesal. ____________________ Katanya: Beberapa hari lalu saya diberi kesempatan menemani rekan saya nyimak baca kitab dilokal Diniyyah. Cukup berat sebenarnya. Selain jauh, ruangannya paling pojok gedung lantai tiga. ๐Ÿ˜‘ Singkat cerita. Kelas penuh. Ada sekitar 40-an siswa didalam. Hingga lima belas menit berlalu, belum juga ada yang maju menyetorkan bacaannya. "Kemriyek tenan kelase ๐Ÿ˜ฃ " Pekik ku dalam hati. Beberapa ada yang ndak bawa kitab. Bukannya nggabung atau gimana, eh, malah rame. Sebenarnya mau saya tegur. Tapi rek...

Selamat Hari kamis (3): Obrolan Yang Terhela

Selamat Hari Kamis (3) 'Mulih-Muliho' ๐Ÿ˜… ____________________ Hari kamis selalu memberi nuansa spesial. Terlebih saat liburan seperti ini. Hari-hari jadi indah, layaknya burung lepas dari sangkarnya, terbang bebas meskipun lupa belum makan, ๐Ÿ˜ Ups. hehe Baru beberapa hari liburan, sudah banyak foto bertebaran. Entah yang safarian, bepergian, muncak juga ada. Eh, bahkan ada foto saya yang aduuuh, barengan sama adek-adek terbaik di kelas IX  fh . Hehe ๐Ÿ˜… "Kaget wan?"  Nggak! itu sudah lumrah ya... Yang namanya orang seneng kan ya ndak mesti. Bentuk  pengekspresiannya itulo macem-macem. Hemat saya, yang penting satu, Ojo sampek ndadeko wirang pondok . Itu yang seriiiiing kali di pesankan Yai untuk kita. Yakan? ๐Ÿ˜™ Hehehe. ๐Ÿ˜ "Eh, Kang. Lha samian seminggu liburan iki lapo ae?". Tanyaku pada kang santri pilihan. "Hehehe, emm. Anu. Eeem" "Huaah! ๐Ÿ˜†Kok malah manyuuun๐Ÿ˜" Gertakku setelah mendapatinya  linglung...

Kisah: Santri Imam Malik

Santri Imam Malik *Muhammad Zulianto, S. Sy Diantara kunci memperoleh ilmu manfaat bagi santri adalah keyakinan terhadap guru. Tapi terkadang ada saja santri yang punya persepsi bahwa Kiai A atau Kiai B sudah tidak ada barakahnya. Padahal sebenarnya kunci dari keberkahan ilmu adalah dari keikhlasan seorang santri dalam berkhidmad kepada Kiai (masa ketika ia belajar). Maka dalam hal mengabdi ada istilah "kesetnya santri". Tentang keyakinan yang wajib dimiliki oleh santri kapda kiainya, ada sebuah bait di dalam Kitab Imrithi (bisa diplesetkan dengan dibaca "Umaryoto" kalau dibaca dalam Arab Pego) yang berbunyi : ุฅุฐุง ุงู„ูุชู‰ ุญุณุจ ุงุนุชู‚ุงุฏู‡ ุฑูุน # ูˆูƒู„ ู…ู† ู„ู… ูŠุนุชู‚ุฏ ู„ู… ูŠู†ุชูุน Artinya, Pemuda (santri) diangkat derajatnya berdasar kadar keyakinannya. Barangsiapa tidak memiliki keyakinan terhadap sesuatu, maka tidak bisa mengambil manfaatnya. Ada cerita tentang salah satu santri dari Imam Malik yang sedang menghafal Quran. Santri tersebut adalah santri ...

CERPEN: 'Kau, Aku dan Serumpun Detik Itu'

Kau, Aku dan Serumpun Detik Itu   (@affa_esens, 28 April 2018) Sepoi jamuan musik terdengar sayup. Bergantian dengan rintik hujan, juga lengkingan detik, terdengar syahdu.   “Maaf, aku harus pergi”. Ungkapnya. Aku tersedak mendengar kalimat itu. “Tapi, bagaimana dengan rumpun hari yang sudah kita nanti?”. Desakku menghadang langkahnya. “Sudah, biar liur langit membuat kita hanyut, lalu berfikir seribu kali untuk bisa bersama kembali”. Rangkai kata yang ia ucapkan membuatku termenung. Ku tatap matanya, indah. Lalu rambut rapihnya, pesona. Wajahnya, ah. Makhluk mana yang tak tertarik setelah memandangnya. “ Tidak! Bukan ini yang aku cari ” Desahku. Kakinya berdecak, bergantian. Seirama dengan iringan musik, rintik hujan dan lengking detik yang menggiurkan. Tetap erat kugenggam lengannya. “Aku harus pergi, Rey!”. Pintanya. Lalu mengendus kesal. Berhembusan. Tangannya terasa kaku, wajahnya memerah. “Luna, dengarkan. Aku tau kau marah soal tadi. Tapi ...