Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Puisi

Novel WIGATI: "Antara Hanyut, Salut, dan terinspirasi"

Antara Hanyut, Salut, dan Menginspirasi (Tentang Wigati & Hati Suhita Karya Bu Khilma Anis) BABAK I                 Sejak awal, saya sudah curiga tentang isi novel ‘WIGATI’. Pertama kali saya tau buku itu dari story WA salah satu Bu Nyai tambakberas. Hehehe. Maklum, sebagai pecandu buku fiksi – yang notabene masih kawakan – saya langsung terpana dan segera mencari informasi tentang buku itu. dan beruntungnya, ada alumni pesantren yang mosting buku “WIGATI” dengan foto konsep sakral ala jawa. Saya chattingi , dan Seeett! Akhirnya tembus.                 Selang beberapa hari akhirnya si ‘WIGATI’ datang. Lengkap dengan wedang uwuh, penghangat badan. Mulai saya baca. Satu-dua lembar, hingga akhirnya saya sadar. Bahwa kejujuran adalah hal yang sangat dibenarkan. Dan saya jujur, kalau meninggalkan selembar “WIGATI” saja, s...

Segera Larut

Ku sisipkan kau di antara kata-kata Juga larik rindu yang terpintal dengan duka Sedang dendang langit menyeru sengit Berebut, Agar aku segera larut  😪 @affa_esens

Puisi: "Yang Kau Tanyakan"

"Yang Kau Tanyakan" Yang kau katakan tentang 'Bahagia'   akan segera tiba Serasi langkah dengan detik Mendebarkan, Nyanyian burung, menggemaskan. Tenang saja,   yang kau tanyakan soal 'bahagia'   akan terjawab segera Tenang saja. . . @affa_esens   *** . "Wedding Preparation" 😅   Achmad Nidzomi   😅 Matur Nuwun   Muhammad Ainur Rohman   Muhammad Ekhsan 🕌   Al-Haramain Mosque   Unwaha Jombang

Selamat malam. 😙

Selamat malam.  😙 Tapi absurd angin memberi kabar tertawanya kau, sedang ada hujan disini. Lirak-lirik mata membuat pening. Hanya saja, kabut berlapis rindu memaksa kita tangguh. "Benar kah?" tanya kumbang sambil terbang.  🙄

Selamat Hari Kamis (5) 🤗

Tau? Mana yang dari hati, dan mana yang manipulasi?' ____________________ Mendapati komentar orang tentang tulisan saya yang kumal, membuat saya senyum-senyum sendiri.  😅 "Sopose Wan Bidadari sing nggarai awakmu galau terus? 🤔 " Tanya seorang teman. "Galau? 🙄 " Tanyaku balik. "Nah iku. Puisimu galaaau terus  🤣 " Ungkapnya sambil cengingisan. Aku hanya tertawa, menyelarasinya. Padahal sanjungan angin yang melintas begitu saja, pun akan hilang begitu saja. Gatal jemari memaksa kepala berperi. Lalu memeras sejuta kenangan dan bernostalgia. Atau setidaknya membungkus fakta serapi mungkin. Sampai-sampai tak tau, mana yang dari hati dan mana yang manipulasi. 😪 # Benar, perihal penafsiran tulisan memang tergantung pembaca. Bagaimana kita menangkap maksud tulisan, ya itulah yang akan didapatkan. terlepas dari peran penulis. Ambil contoh puisi ini. Yang merujuk tentang betapa berharganya sebuah kesempatan. Kisah-kisah yang sehar...

Galau?

"Biar kuhirup sisa-sisa aromamu pada selendang ini. Haaaahhhhhh. Aku rindu kau!".  Amin Sharfaranz Masih pagi sudah galau?? Hahahaha, semangat dong! Biar galau tapi semangat, senyum... katanya lelaki?? Semangat!! SEPERTI NGGAK TERJADI APA-APA Nih! Puisi Gus Mus; Sajak Cinta cintaku kepadamu belum pernah ada contohnya cinta romeo kepada juliet si majnun qais kepada laila belum apa-apa temu pisah kita lebih bermakna dibandingkan temu-pisah Yusuf dan Zulaikha rindu-dendam kita melebihi rindu-dendam Adam dan Hawa aku adalah ombak samuderamu yang lari datang bagimu hujan yang berkilat dan berguruh mendungmu aku adalah wangi bungamu luka berdarah-darah durimu semilir bagai badai anginmu aku adalah kicau burungmu kabut puncak gunungmu tuah tenungmu aku adalah titik-titik hurufmu kata-kata maknamu aku adalah sinar silau panasmu dan bayang-bayang hangat mentarimu bumi pasrah langitmu aku adalah jasad ruhmu fayakun kunmu aku adalah a-k-u k-a-u mu Rembang, 30-9-1995

Lilin Kecil

Lilin kecil yang menerngi perjalanan kita Masih tersisa Pendar mufrad itu tak akan lupa Lilin kecil yang menerangi perjalanan kita  Masih ada Tapi mengapa Kau tak kunjung tiba (?)

Beri Aku Semangat

Beri Saya Semangat!! Hanya kau hadir, telah membuatku 100 kali lebih semangat Hembusan nafasku pun akan kutahan  agar kurasa hari lebih lama Namun kau tak hadir, sempurna membuat semnangatku lenyap 1000 kali! Aku menghela nafas berkali-kali agar hari ini cepat berlalu dan menunggu kau datang esok! Aku merindukanmu .. !

Menghapus Rindu

Aku berusaha menghapus rinduku kepadamu! Membiarkannya lepas dari kebebalanku aku hapus rindu ini tanpa kata tanpa rasa tanpa perantara aku lelah selalu merindukanmu aku tak akan lagi mengingatmu sekalipun! biar saja namamu lenyap bersama hari terlindas waktu! aku lelah! aku akan melupakanmu aku tak akan merindukanmu lagi aku akan terus berusaha melupakanmu dan rindumu sampai aku menemukan pengertian bahwa MELUPAKANMU MEMBUATKU MENYESAL!

Malu Mengingatkan?

Kenapa kita sering kali malu untuk saling mengingatkan? "Karena saya belum bisa melakukan" "Kalau saya sungkan, dia teman saya" "Karena saya pernah melakukan hal itu" "Saya takut!" "males aja" Dan, masih ada seribu alasan lebih, untuk menjawab pertanyaan diatas! # Masa depan Bumi kita terasa diujung tanduk. Bumi kita sangat membutuhkan personil "PEKA" terhadap sesama, termasuk lingkungan. Juga saling mengingatkan tentunya! _ Suatu hari. Gerimis tipis menyergap senja bumi kami. sampah berserakan menghalangi jalan. diujung teras depan kamar, terdapat anak-anak kecil bergurau bercanda lepas. "Le! Timbang guyon mending nyapu kono loh!!". Ungkap kakak kelas dengan nada tinggi. "Hehehehe, nggeh sek". Sambut precil berbaju biru kusut, cengar-cengir. "Isin maas maas". Sahut rekannya. _ Ah, kalau dibiarkan saja, bagaimana nasib moral generasi selanjutnya? _ D...

Pagi Rindu

Aku merindukanmu Saat burung-burung terbang riang Dedaunan melambai senang dan sorotan mentari yang lenyapkan petang Aku merindukanmu kembali ku merindukanmu saat kulihat semut berjalan beriringan Ah, au merindukanmu saat embun mulai merayap menelisik celah bangunan ah, aku merindukanmu Lagi-lagi aku merindukanmu di pagi yang buta ini tak seharusnya resah ini mengadu tapi rindu terlanjur mendekap hati Ah, aku merindukanmu indahnya kulitmu bak sutra tanpa noda ah, ingin kembali aku mendekapmu senyum itu menawarkan cinta yang berlebihan lesung pipimu ah, aku merindukanmu Pagiku, pagi merindu kembali ku merindukanmu.

Tak ada Habisnya

Kelopak mataku tak sanggup mengatup terus terjaga hingga nanti kau tiba hidung ini sesenggukan telingaku mengiangkan rindu Ah, selalu rindu ini membuat tanganku resah melambai bersama tarian bintang Ah, aku tak bisa tidur Rindu, rindu rindu Serasa malam larut terlalu lama dinginnya pun serasa gerah senyappun tak ada artinya Ah, rinduku membuatku bisu bahasa membuatku buta warna membuatku hidup menghampa Ah, rinduku rindu, rindu yang tak ada habisnya

Selimut Merah

Rinduku kembali muncul Setelah beberapa hari ini aku tak jumpa denganmu rindu ini membuatku Ah iya, aku kebali teringat eratnya tanganmu menjabatku hangat, lelap hingga gundahku lenyap seakan kau rasuki aku dengan cintamu Ah iya, andaikan aku nanti jumpa denganmu akan ku suarakan rindu ini padmu dengan bahasaku bahasa cintaku Ah iya, rindu ini kembali muncul bersama hempasan angin malam dan selimut merah yang kosong kosong,

Tutup Mataku

Di akhir malam bulan sempurna ini, Gemerlap mulut tuan menyorot tanpa rupa, Tutup mataku... dia sering melirik tarian kunang-kunang yang tak menyala itu Tutup mataku... sebelum bingkisan ini akan habis  tersulut petasan. Diakhir malam bulan sempurna ini, biarkan aku menghadap-MU..... (Andi Mahendra- Krapyak Jogja)

KAU YANG TIADA

KAU YANG TIADA Jeritan bising seonggok kayu lapuk Menelan beribu kepahitan peluh Merekam bisu tetes darah yang menggebu dan bersatu Melawan monster-monster keparat nan buta adab Ah, alangkah mulia skenario yang berputar tatkala itu Bisingan deru peluru, gelegar geranat dan dentingnya pedang Menyimpan berjuta memori haru juang bhineka tunggal ika Arg... brak, bruk. Engkau tersungkur tanpa ada niat mundur Terhunus pedang, tertembak timah panas dan terlempar dari negara hakmu sendiri Lihat! Betapa suci genangan darah merah Dan coba dengarlah lantunan suara “bangkit” di dada mereka Hanya tinggal kata sederhana “berjuang dan melawan” Mereka tak menengok jiwa yang meronta Otak mulia itu hanya bertekad “MERDEKAKAN!” Tertera abadi abadi di tanah lahirnya “INDONESIA” 10 Nopember, kisah yang mengharu biru Untuk Engkau “pahlawanku” yang terbaring abadi di pusara Untaian do’a semoga menaungiMu.           ...

Akhir tahun kita

Nyaris kita tinggalkan satu lagi tahun kawan.. Berkoras cerita telah kita bukukan.. Apalah daya kita sesalkan.. Perubahan lah yang musti kita tindakan.. Nyaris kita lewati satu lagi tahun kawan.. Bermacam api telah kita padamkan.. Berbagai air telah kita apikan.. Berbagai pilihan telah kita tentukan.. Masihkah kita ulangi kesalahan?.. Nyaris kita tinggalkan satu lagi tahun kawan.. Salah mu sesalkan Benar mu teguh kan.. . 01.12.15. Affa.

KESEMPATAN CINTA

KESEMPATAN CINTA Masih adakah kesemp Yang dapat aku gunakan Untuk mengungkapkan Keberadaan cinta? Aku punya rasa cinta Pada makhluk cantik jeita Meskipun hanya sementara Meskipun terhalangi kaca Dalam langkah perlahan Aku tegakkan harapan Agar taka da penyesalan Saat cinta terpalingkan Diatas bus kota Aku menjumpainya Tubuh indah memesona Wajah cerah menggema Oh cinta Jika ada kesempatan cinta Akulah dimabuk cinta! ~(Affa,01-04-15)~ ata lain

DIMANA RASA KITA?

DIMANA RASA KITA? Ada apa dengan kita? Sudahkan kita sadari? Sudikah kita mengerti? Bahwa pelapukan Negeri ini Membuat alam geli? Alam yang begitu dekat dengan Negeripun begitu prihatin. Tapi dia diam, tak mampu beranjak Tapi dia tak bisu! Alam punya bahasa Hanya kita yang tak tau rasa! Rasa kita dimana? Akrab dengan dunia? Tempat berpijak hanya sebagai asa? Atau singgahan dikira Tanpa mengenal balas budi padanya? Sungguh tak tau rasa! Dimana dogma berada Disana lahir jutaan rasa Dan disini, buih pun ada. ~(Affa,15-08-15)~

(?)KITA BEBAS MENULIS

(?)KITA BEBAS MENULIS Kita punya presepsi Bersatu padu dalam keelokan hati Apa guna menentang dogma orang luar? Jika hanya akanbertengkar? Posisi manusia luar biasa Hingga jatuh dan putus asa Pelan merayap mengunduh cinta Hingga Tuhan terangkan cinta Banyak batu bercampur tanah Kemilaunya agak serakah Meski hitam ada ditanah Hitam jatuh gundahpun jatuh     Entahlah, tak usah ambil pusing. Kita bisa dengan bebasnya berkarya Menuliskan kata yang kita rasa Tanpa peduli seruan burung pipit Atau gurauan orang utan. Buka lebar-lebar hati dam pikiran Hidupkan dirimu selebar-lebarnya Temukan titik focus terindah Dan, tuliskan! ~(Affa,15-08-15)~ .

(!)KITA BEBAS MENULIS!

(!)KITA BEBAS MENULIS! Goyangkan terus saja pohon manga biar buahnya jatuh. Apa bisa Wan? Bisa lah..! tapi lama ndak jadi masalah kan? Bagitu pula saat kita berdoa, seakan kita menggoyang goyangkan pohon manga, lama tak jadi masalah, yang penting pantag menyerah sampai buahnya jatu menimpa. Tak mau menggoyang goyangkan? Tapi mau memanjat? Boleh saja! Iniloh Negara bebas berpendapat, tapi masih punya hukum. Bak air tanpa tempat Bingung mau menggenang dimana Atau anak ayam tanpa induk Bingung tak punya aturan. Delapan enampuluh Pelan tapi ampuh!.