Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kata-kata

Sebuah Usaha Merelakan

Kadang, untuk bisa meyakinkan diri saja sangat sulit. Bagaimana bisa meyakinkan orang lain? @kkaameel  |  @affa_esens                  Dan pada kesempatan lain, aku memiliki keinginan agar karibku bisa meluangkan waktunya. Jalan-jalan, tukar fikiran, atau setidaknya mau menyapa. Belakangan aku heran. Bagaimana tidak? Setiap kali aku mengenal seseoang, seakan perkenalan itu adalah pintu menuju perpisahan. Singkat saja. Dan memang begitu.                 Seluruh proses sosial terasa seperti helaan nafas. Tarik-hempas, tapi sangat berharga. Terjadi berunglang kali, setiap hari. Tanpa kita ingin berhenti sedetikpun. Masa memang tak mau diajak kompromi. Sekali terlewat, lenyap sudah. Bahkan pada keadaan-keadaan yang memaksa kita agar cermat, pilah-pilih. Kadang, waktu juga tega merenggut kesempatan itu jika tak segera di...

Taman Tugu Balai Kota Ngalam 😍

___________________ Sebagai arek Ngalam, juga pemula fotografi, saya dulu puengeeen banget moto taman ini. Selain pesonanya yang indah, tentu biar temen2 ngebet maen ke rumah 😅 . Akhirnya keturutan 2 tahun lalu. Hehe  😁 Lagi-lagi saya tegaskan. Ndak ada yang istimewa dari foto ini. Over color kan ya? Komposisinya pun juga biasa saja. Tapi njajalo kesini  😙 awas gak pengen mulih 😄 . # Nyejarah dulu 🙄 Taman ini sudah ada sejak zaman belanda. Pas pakde Jenderal Pieter Zoen Coen masih memimpin 😅 . Baru setahun pasca kemerdekaan RI, arek2 malang mendesak berubahnya struktur pemerintahan Malang agar orang Indo sendiri yang menguasainya. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan monumen Tugu dan diresmikan olah Mbah Ir. Soekarno dan A.G Suroto. Tahun 1948 sempat ada agresi militer yang kober menghancurkan tugu. Namun dengan gegas, tugu kembali berdiri tahun '49 dan Pak Karno lagi yang meresmikan. # Mbuh lah, mbulet 😅

Kisah Santri: 'Lihat Yang Dia Katakan'

(Perbincangan Kecil) انظر ما قال ولا تنظر من قال                 Sebelum menuliskan perbincangan ini, aku teringat sebuah dawuh; “Lihatlah apa yang dibicarakan, jangan melihat siapa yang berbicara” . Ini memberikan kita gambaran bahwa dalam hal nasehat-menasehati kita haruslah terbuka. Tidak gampang mencela jika yang berbicara jauh dibawah usia kita, atau derajatnya jauh dari kita. Sebagai contoh sebuah cerita yang diriwayatkan oleh Abu Ma'syar , tentang remaja yang mencari ahli mauidzah untuk pernikahannya sejumlah 100 orang. Akhirnya dia sudah mendapat 99 ahli mauidzah, kurang satu dan sangat sulit didapat. Sampai pada suatu saat dia bersumpah, bahwa siapapun yang ia temui pertama kali setelah keluar rumah, itulah yang akan dimintainya mauidzah. Dan siapa sangka kalau yang pertama kali ia jumpai adalah sosok orang gila. (Kisah lengkapnya akan saya sampaikan di artikel berikutnya. Hehe) ...

CERPEN: 'Merangkai Rindu'

Merangkai Rindu Lembar langit   seakan menerkamku. Hitam legam membentang tanpa titik-titik bintang. Sergap angin malam kerap kali berdesakan dengan daun cemara di teras rumah. Pendar lampu halaman sesekali redup. Seredup kenangan yang kusekap rapat-rapat dalam manah tersunyi.             Aku bangkit, kemudian melangkah menapaki selaras tanah diteras rumah setelah sekian menit termangu. Kubuang pandangan ke segala arah, terlihat bangku terjulur memanjang dibawah rimbun cemara, tampak kesepian. Sejak ke pergian Bapak 18 tahun lalu, ragaku mudah sekali hanyut. Jika saja aku hidup dilautan, maka entah akan terpelanting kemana raga ini. “Naufaaal? Sedang apa kamu, Nak?”. Rupanya ibu memanggilku. Ku lirik jam tangan rolex berparas metalik yang melekat ditanganku. Benar saja, sudah tengah malam. Aku menghela nafas dalam-dalam. Sekedar membuang penat yang menempel di kerongkongan. “Nak?”. “Iya, Bu..”. Jawabku ...

Enjoying The Light

۞ اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ  لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ ___________________- Merasakan cahaya adalah nikmat yang luarbiasa. Terlebih dalam keremangan dan kegelapan yang menggunung ini. Mendapati cahaya sekilas saja jangan dibiarkan. Karena itulah kebaikan Sang Maha yang tak ternilai harganya. Sekalipun kita mengumpat, lepas sudah bagian terindah yang seharusnya bisa kita dapat. Sekalipun kita bersyukur, bertambahlah segunung kebaikan dan sayang dari Sang Maha. Saat kita dikelilingi beribu cahaya, tapi kita tak merasa dan mengacuhkannya. Seakan diri masih terjaga dari kelindan yang m...

Kisah Santri: 'Banca'an Saja'

Kisah Santri 😂  Banca'an  😂 ____________________ "Kang, beberapa hari lagi Romadhon.." Ungkap salah seorang santri dengan sendu nadanya. Sementara, kang Dio heran dengan pertanyaan itu. "Nggeh, bener. Ada apa?". 🤔 "Bukannya seneng kalau Romadhon datang itu besar pahalannya, Kang?". Tanya kang santri itu lagi. Kang Dio menoleh, lalu menjawab seadanya. "Iyyaa, bener. Terus kenapa?" 🙄 "Njenengan kok kayak orang susah gitu, Kang? Tiap pagi sama sore ke makam, siangnya nderes di masjid, malamnya njungkung ibadah sampek subuh? Kenapa njenengan malah ndak seneng-seneng, Kang?". Seru kang santri itu dengan polosnya. Kang Dio tersenyum tipis. Sambil mengusap rambut ikal si Santri polos itu, Kang Dio berkata "Ramadhan itu bulan mulia. Bulan turunnya Al-Qur'an. kalau kita menyambutnya dengan seneng-seneng bongso duniawi ataupun foya-foya, itu namannya ngece, malah merendahkan Bulan Ramadhan". "Hehe...

Raut

Sebisa apa kita memutuskan raut seseorang. Kesal? Senang? Menerima? Entahlah,  sebisa mungkin, kita buat semua orang nyaman dengan kita!!

Banyaknya Keinginan

Selanjutnya, biarkan kenangan itu mengambang. Tersimpan didalam ruang tersendiri. Dan kemudian wujudkan mimpi! Sekuat tenaga! Pasti, berjuta keinginan yang tak sempat terjamah akan datang.  Dengan sendirinya...  Semangat semangat

Semangat!

Terus berjalan walau banyak rintangan. Hingga aku dapat menemukan pemahaman bahwa, aku bisa!! Semangat semangat!!

Galau?

"Biar kuhirup sisa-sisa aromamu pada selendang ini. Haaaahhhhhh. Aku rindu kau!".  Amin Sharfaranz Masih pagi sudah galau?? Hahahaha, semangat dong! Biar galau tapi semangat, senyum... katanya lelaki?? Semangat!! SEPERTI NGGAK TERJADI APA-APA Nih! Puisi Gus Mus; Sajak Cinta cintaku kepadamu belum pernah ada contohnya cinta romeo kepada juliet si majnun qais kepada laila belum apa-apa temu pisah kita lebih bermakna dibandingkan temu-pisah Yusuf dan Zulaikha rindu-dendam kita melebihi rindu-dendam Adam dan Hawa aku adalah ombak samuderamu yang lari datang bagimu hujan yang berkilat dan berguruh mendungmu aku adalah wangi bungamu luka berdarah-darah durimu semilir bagai badai anginmu aku adalah kicau burungmu kabut puncak gunungmu tuah tenungmu aku adalah titik-titik hurufmu kata-kata maknamu aku adalah sinar silau panasmu dan bayang-bayang hangat mentarimu bumi pasrah langitmu aku adalah jasad ruhmu fayakun kunmu aku adalah a-k-u k-a-u mu Rembang, 30-9-1995

Awali Hari Dengan Caramu!

"Kalau sudah duduk disini, aku tak peduli akan duduk dimana lagi" Selamat pagi kawan.  Kebahagiaan seringkali terbengkalai dalam lagzun dan itisal yang pelik. Padahal, begitu banyak kebahagiaan disekitar kita, dan kita terlampau alpa! Selamat mengawali hari dengan caramu! Ingatku pada dawuhnya Kh. Kholiq Hasan waktu sowan-sowan kelas akhir tahun lalu; " Karena peliknya hati, orang sering konsentrasi pada kesusahan. Padahal kebehagiaan lebih banyak daripada kesusahan"

Lilin Kecil

Lilin kecil yang menerngi perjalanan kita Masih tersisa Pendar mufrad itu tak akan lupa Lilin kecil yang menerangi perjalanan kita  Masih ada Tapi mengapa Kau tak kunjung tiba (?)

ISTIGHOTSAH KUBRO

Subhanallaah..... Alhamdulillaaah.. Alhamdulillaah.. Kalimat Thayyibah tak hentinya melantun dari bibir lusuh kami. Warga Nahdliyyin benar-benar "tumplek-blek" membanjiri Glora Delta Sidoarjo. acara akbar istigatsah sekaligus menyongsong HARLAH NU pada 16 Rajab depan merupakan gambaran otentink keserempakan warga NU. Banjir insan ini selaras dengan peristiwa yang berlangsung 21 tahun silam, 2 Desember 1996. Dimana, bukan stadion yang mengelilingi warga NU, tetapi "WARGA NU-LAH YANG MENGELILINGI STADION GLORA DELTA SIDOARJO" Semangat kebersamaan!! Photo by;  Nahdatul Ulama

Selalu Meminta Lebih

Selalu meminta lebih, dan lebih! Inilah kodrad alamiah manusia. kendati hidup memang penuh keinginan, maka manusia lebih memilih berkeinginan lebih. dan entah, seberapa yang bisa didapatnya. Dalam cinta. layaknya tanah terguyur hujan lebat. kalau cinta yang ia perjuangkan hanya berhasil sebagian, atau sebagian kecil saja, maka sungguh berat hati menerima. "Segalanya akan ku lakukan agar KAU nyaman bersamaku" Dan, sampai pada saat dimana keinginan itu terlalu besar. sehingga KATA-PUN TAK BISA LAGI MEWAKILI.  SUARA BISU.  BAHASA LAYU.  yang ada hanya bingung akan berbuat apa. >>Kalau cinta itu anugrah, maka anugrah terindah adalah dari Sang Maha Cinta<< Entahlah, salam hangat dariku ا ل,

DIMANA RASA KITA?

DIMANA RASA KITA? Ada apa dengan kita? Sudahkan kita sadari? Sudikah kita mengerti? Bahwa pelapukan Negeri ini Membuat alam geli? Alam yang begitu dekat dengan Negeripun begitu prihatin. Tapi dia diam, tak mampu beranjak Tapi dia tak bisu! Alam punya bahasa Hanya kita yang tak tau rasa! Rasa kita dimana? Akrab dengan dunia? Tempat berpijak hanya sebagai asa? Atau singgahan dikira Tanpa mengenal balas budi padanya? Sungguh tak tau rasa! Dimana dogma berada Disana lahir jutaan rasa Dan disini, buih pun ada. ~(Affa,15-08-15)~

(?)KITA BEBAS MENULIS

(?)KITA BEBAS MENULIS Kita punya presepsi Bersatu padu dalam keelokan hati Apa guna menentang dogma orang luar? Jika hanya akanbertengkar? Posisi manusia luar biasa Hingga jatuh dan putus asa Pelan merayap mengunduh cinta Hingga Tuhan terangkan cinta Banyak batu bercampur tanah Kemilaunya agak serakah Meski hitam ada ditanah Hitam jatuh gundahpun jatuh     Entahlah, tak usah ambil pusing. Kita bisa dengan bebasnya berkarya Menuliskan kata yang kita rasa Tanpa peduli seruan burung pipit Atau gurauan orang utan. Buka lebar-lebar hati dam pikiran Hidupkan dirimu selebar-lebarnya Temukan titik focus terindah Dan, tuliskan! ~(Affa,15-08-15)~ .

(!)KITA BEBAS MENULIS!

(!)KITA BEBAS MENULIS! Goyangkan terus saja pohon manga biar buahnya jatuh. Apa bisa Wan? Bisa lah..! tapi lama ndak jadi masalah kan? Bagitu pula saat kita berdoa, seakan kita menggoyang goyangkan pohon manga, lama tak jadi masalah, yang penting pantag menyerah sampai buahnya jatu menimpa. Tak mau menggoyang goyangkan? Tapi mau memanjat? Boleh saja! Iniloh Negara bebas berpendapat, tapi masih punya hukum. Bak air tanpa tempat Bingung mau menggenang dimana Atau anak ayam tanpa induk Bingung tak punya aturan. Delapan enampuluh Pelan tapi ampuh!.

BAGAIMANA BISA?

Bagaimana nilainya menahan air mata ketika Sang Pencipta menunjukkan kebesaraNYA? kita akan terpejam, atau setidaknya kita akan terpaku Mengapung di tengah lautan air mata sendu "Sungguh, tak ada menang atau kalah dalam perjalanan ini, hanya saja ada yang terluka " Bagaimana bisa kita menahan air mata jika denyut jantung kian melemah? Kita akan menggeram Atau setidaknya kita akan menyesal Merintih pada Tuhan yang Maha Kekal "Sungguh, matahari yang pernah terbit maka akan tenggelam. Manusia yang pernah terlahir, maka akan Mati" Bagaimana bisa kita menahan airmata saat nafas makin ter-engah engah? Mata terpejam, jantung terbelenggu, darah terlena? Apa lagi yang bisa kita harapkan? HARAPAN SEMU? "Sungguh, tak ada bekal yang paling berarti selain ama kita pribadi". *Al-awwal

NULISO!

Tak ada kata tak bisa Bukankah kita adalah manusia? Yang katanya makhluk paling sempurna ? Apakah pantas membatasi kemampuan kita? Kita punya TUHAN yang Maha Kuasa Selagi kita masih di dunia Arwah pun masih akrab dengan jiwa Mari terus berkarya! Menjunjung martabat Bangsa Perbaiki pribadi Negara Dengan keelokan maha karya Para penulis muda Bangsa Indonesia ! .. *Al-awwal

NEGERI DI UJUNG TANDUK

NEGERI DI UJUNG TANDUK Di negeri di ujung tanduk kehidupan semkin rusak bukan karena orang jahat makin banyak tapi makin banyak orang yang tak peduli lagi      Di negeri di ujung tanduk      para penipui menjadi pemimpin      para penghianat menjadi pujaan      bukan karena tak ada lagi yang memiliki teladan      namun mereka memilih menutup mata dan bahagia sendirian Tapi, di negeri di ujung tanduk setidaknya,kawan,seorang petarung sejati akan memilih jalan suci meski habis seluruh darah di badan menguap segenap airmata dia akan berdiri paling akhir demi MEMBELA KEHORMATAN. (D,Tere liye) Al-wwal