Santri Imam Malik *Muhammad Zulianto, S. Sy Diantara kunci memperoleh ilmu manfaat bagi santri adalah keyakinan terhadap guru. Tapi terkadang ada saja santri yang punya persepsi bahwa Kiai A atau Kiai B sudah tidak ada barakahnya. Padahal sebenarnya kunci dari keberkahan ilmu adalah dari keikhlasan seorang santri dalam berkhidmad kepada Kiai (masa ketika ia belajar). Maka dalam hal mengabdi ada istilah "kesetnya santri". Tentang keyakinan yang wajib dimiliki oleh santri kapda kiainya, ada sebuah bait di dalam Kitab Imrithi (bisa diplesetkan dengan dibaca "Umaryoto" kalau dibaca dalam Arab Pego) yang berbunyi : إذا الفتى حسب اعتقاده رفع # وكل من لم يعتقد لم ينتفع Artinya, Pemuda (santri) diangkat derajatnya berdasar kadar keyakinannya. Barangsiapa tidak memiliki keyakinan terhadap sesuatu, maka tidak bisa mengambil manfaatnya. Ada cerita tentang salah satu santri dari Imam Malik yang sedang menghafal Quran. Santri tersebut adalah santri ...
"Terus belajar dan membaca. Membaca pengalaman, alam sekitar, dan segala yang terkait dengan kehidupan"