Skip to main content

Posts

Showing posts with the label NU

Literasi Kaum Santri

*Oleh: Bapak Muhammad Zulianto             Jauh sebelum pemerintah menanamkan program literasi wajib membaca dan menulis di kurikulum sekolah, kaum santri sudah lebih dulu akrab dengan kegiatan membaca dan menulis sebagai kurikulum.      Pesantren-pesantren yang di isukan "ndeso", tradisional dan konservatif itu, nyatanya telah lebih dulu menjadwal kegiatan-kegiatan yang sifatnya tarbiyah-ubudiyah (pendidikan dan amalan), dan menata dengan teratur jadwal dirasah-ta'limiyah (kajian dan belajar-mengajar)  yang isi kurikulumnya adalah membaca, menulis dan kemudian mereproduksi (menulis ulang) dalam komentar yang lebih panjang.      Tidak hanya itu, pada setiap materi yang diajarkan dan dipelajari oleh santri, ada kegiatan-kegiatan pengayaan seperti "bahsul" (pembahasan), "takror" (mengulang pelajaran yang telah disampaikan guru) dan syawir (musyawarah), sehingga ilmu yang di dapatkan dari guru selalu berkem...

Kisah: Santri Jangan Ngrundel

😎 Selamat  Hari Kamis (10) 😎 (Cerita Dari Teman Sebaya) ___________________ "Enak ya jadi guru Diniyyah 😏 ". Ungkap Siapa. "Enak gimana? 🙄 ". Tanya Rinai heran. “Yaa... enak aja. Kegiatannya ndak sepadat kita 😏 ”. Jawab Siapa sekenanya. Dia tergiur dengan rutinitas serba enak yang dimilliki gurunya. “Hust! Ngawur ae samian. Dadi guru iku uabot lo 😶 ”. Desah nafas rinai berderu, kesal. ____________________ Katanya: Beberapa hari lalu saya diberi kesempatan menemani rekan saya nyimak baca kitab dilokal Diniyyah. Cukup berat sebenarnya. Selain jauh, ruangannya paling pojok gedung lantai tiga. 😑 Singkat cerita. Kelas penuh. Ada sekitar 40-an siswa didalam. Hingga lima belas menit berlalu, belum juga ada yang maju menyetorkan bacaannya. "Kemriyek tenan kelase 😣 " Pekik ku dalam hati. Beberapa ada yang ndak bawa kitab. Bukannya nggabung atau gimana, eh, malah rame. Sebenarnya mau saya tegur. Tapi rek...

'Mbeling'

Ba'da hataman ngaji kilatan. Ramadhan 1439H Mbeling (Bapak Muhammad Zulianto) Tidak selalu dunia-nya santri lurus dan tenang-tenang saja. Bahkan dibanyak waktu, kelokan tajam dan lubang jalan terjal nyantri kerap menguji. Ada saja masalahnya. Mulai ekonomi sampai "mbolos" ngaji. Dari belajar nakal sampai rambut dipetal. Dari nggandol makan di warung sampai nggandol truck di jalanan. Hingga terkena "candu" warung kopi sampai soal asmara antar asrama. Atau bahkan sampai tidak naik kelas. "Mbeling" adalah istilah yang memiliki banyak arti dan sudah membumi di kalangan santri. Apalagi bagi santri yang memang "mbeling". Rasanya memang tidak lengkap jika nyantri hanya melulu lurus mengaji, nderes, setoran dan wetonan. Sekali-kali harus (pernah) mbeling. Ibarat masakan, mbeling adalah bumbu penyedapnya. Dan penyedap tak perlu banyak-banyak. Asal takaranya terukur dan ada resep yang mengarahkan.             Gus Dur ...

Karena Santri Itu Satu, MANUT

“Siapa sih yang pengen ilmunya nggak manfaat?” 😶 😶 😶 😑 __________________________ _________________ Sarasehan malam itu layaknya membuat kita sedikit sumringah. Kepenatan pandang antara “kita” dengan “kita” menjadi sedikit longgar.  😊 Serasa lebih akrab dari biasanya. Meski yang dibahas adalah hal-hal berbobot, agaknya tersingkap dengan kesederhanaan yang akrab, membuat kita mudah menangkap.  Memang benar, semua santri pasti hafal dengan rukun santri. Karena memang hanya ada tiga point. Tapi jangan salah, tiga hal itu merupakan pokok, suatu keharusan yang musti kita penuhi dengan usaha kuat. Layaknya sholat. Kalau salah satu rukun tidak terpenuhi, maka status shalatnya adalah batal. Selaras dengan itu, kalau salah satu dari rukun santri lalai kita penuhi, maka status kesantrian kita perlu di pertanyakan lagi. Berat? Memang! Usaha? Harus! Eh. Sebelum saya akhiri, mari kita bersama menumbuhkan kesadaran. Sadar akan kesantrian kita. Sadar bahwa santri itu yang pen...

Kisah: Santri Imam Malik

Santri Imam Malik *Muhammad Zulianto, S. Sy Diantara kunci memperoleh ilmu manfaat bagi santri adalah keyakinan terhadap guru. Tapi terkadang ada saja santri yang punya persepsi bahwa Kiai A atau Kiai B sudah tidak ada barakahnya. Padahal sebenarnya kunci dari keberkahan ilmu adalah dari keikhlasan seorang santri dalam berkhidmad kepada Kiai (masa ketika ia belajar). Maka dalam hal mengabdi ada istilah "kesetnya santri". Tentang keyakinan yang wajib dimiliki oleh santri kapda kiainya, ada sebuah bait di dalam Kitab Imrithi (bisa diplesetkan dengan dibaca "Umaryoto" kalau dibaca dalam Arab Pego) yang berbunyi : إذا الفتى حسب اعتقاده رفع # وكل من لم يعتقد لم ينتفع Artinya, Pemuda (santri) diangkat derajatnya berdasar kadar keyakinannya. Barangsiapa tidak memiliki keyakinan terhadap sesuatu, maka tidak bisa mengambil manfaatnya. Ada cerita tentang salah satu santri dari Imam Malik yang sedang menghafal Quran. Santri tersebut adalah santri ...

Kisah Santri: 'Selamat Hari Kamis (2)'

15 Maret 2018 😀  Selamat Hari kamis, kawan  😀 ______ _______________________________ Hemat saya, hari ini adalah hari paling menyenangkan bagi khalayak sarungan. 😁 Ragam agenda tuntas memenuhi pikiran. Setelah sepekan penuh ke-khidmat-an tholabul ilmi,  ☺️ 🤗 💪 💪 tampaknya refresh fikiran sangat laik di per-juang-kan! BENER?  😎 😎 Hihihih, Intermezzo saja,  😶 _____________ Bagi saya,  Tersedak kebebalan bukan kesalahan. Karena kodrad alamiah memang kerap kali mendustakan stabilnya nurani. Tapi hati pasti lebih menang. Merajai filter kehidupan. Menyekap kepalsuan, lalu menumpasnya. _____________ Selamat berbahagia bagi yang mampu menjiwainya. Menelaah gerak musuh dalam remang keadilan. 🙏 🙏 _____________ @affa_esens >> Baca Juga: Selamat Hari Kamis (1) Selamat Hari Kamis (3)

Ngiras-Ngirus Berkah

🤗  Ngiras-ngirus berkah.  🤗 ___________________ Nyapu iku hal sing remeh. Remeh dimata kita tentunya. Namun siapa sangka kalau nyapu itu besar manfaatnya. ~ Maremno Atine Wong Akeh ~ Teringat dawuh suci kala itu: "Sak durunge ngresik'i atimu, resik ono sandanganmu disek" Eh, kalou pas ati sumpek, nglihat lingkungan kotor, sumpeke ati malah tambah ruwet. Tapi nak lingkungan resik, ati ngroso tentram, seneng, bungah nyah.  ☺️  Hihihi. Ndah terus sopo sing kudu resik-resik?  🤔 ?!?!??!!##@ Selamat   Hari Jum'ah,   😎 ___________________________________________ Saat moto, aku sempat berandai, "Kalo saja yang nyapu santri seribu  🤐 " 👉 👉  "Kangen Ro'an Kubro"  👈 👈 @affa_esen

Kisah Santri: 'Selamat Hari Kamis (1)'

12 April 2018 Selamat  Hari kamis (2)  😍 ____________________ Subuh tadi, sorak ramai rekan santri menggema. Raut cerah tersemai pada wajah teduh mereka. Padahal biasanya benam.  🤔 "Ayoo yoo. Tangiii". Teriak Kang Bejo menggelegar. "Akhiirr!! Akhiiir Moleeeh!  😮 " Sahut Kang santri lainya. Kang Husain, dkk, cengar cengir ceria.   Yang biasanya ruwet mbangunin, tarik-tarikan lengan, nabuhi jendelo-lawang, tabok-tabokan, pagi ini tidak.   😍 Amboooi, nikmatnya nglihat semua pada pasang wajah cerah.   😌 Maklum. Minggu ini kamisnya spesial. Boleh pulang sampek sabtu. Terbilang sebagai gantinya libur yang di naskh senin kemarin. Hihihih Nafas leganya tambaaah panjang. Haaaaaaaah  😁 , Hati-Hati di jalan,   😎 ____________________ ____________________ Pembukaan saja "Ngaji kok ora madep sing ngajeni".  😑 Ngiang dawuh ini semakin menjadi. Bagaimana tidak? Fenomena sema...