Skip to main content

Posts

Serapih apa lagi?

Ya. Bersama hembusan angin sejuk setelah hujan sore ini, bercak kebencian masa kelam kembali terhirup. Ah, penat ini kembali membelenggu kaki. Ah, lagi-lagi rasa ini tak lagi mampu merunduk. Ah, jembatan kerinduan memberi jalan luas untukku terpejam. Ah, biarlah. Masa lalu itu begitu kelam hingga tak mungkin lagi akan terulang, dan jangan sampai sekalipun terulang lagi!. Ah, masa itu. Masa dimana kelebat kepalsuan berlandas kebaikan itu sangat mulus. Muluus sekali. Ya, tak kasat mata. Seperti apa lagi aku harus rapih menyimpannya?? Seperti apa lagi? Hah? Lagi-lagi bersama hembusan angin setelah hujan sore ini membuat dunia menggelap. Ya, tiba-tiba gelap gulita, menggeramkan, geraaaam !! Ah, ini cerita gila! Gila! Tak masuk akal! Sejak kapan aku mengenal cerita ini? Sejak kapan aku mendengar cerita ini? Sejak kapan aku mengapung diantaranya? Serapih apa lagi aku harus menyimpan ceritamu? Busuk!!!

KAFFAH

Saya yakin, seyakin-yakinnya bahwa beliau mendoakan kita sangat tulus. Lantas bagaimana sikap kita pada beliau? 

Just ?¿

KAFFAH😭? Ah, diam diam celetukan ego masa lalu menggembori nurani. Berlandaskan kesibukan dan tak kekompakan. Mengapa dulu tak merayap sendiri? Ah, dibilang terlanjur memang terlanjur. Dibilang sayang sangat sayang. Ah, ini benar-benar fakta. Kita tak punya apa-apa. Pemberian apa?  Entah, Selamat mencoba kembali!! Jangan lelah dan bersedih!! Ah, maafkan Saya yang belum sepenuhnya bisa diandalkan .. The beginning of a long juorney.

Tutup Mataku

Di akhir malam bulan sempurna ini, Gemerlap mulut tuan menyorot tanpa rupa, Tutup mataku... dia sering melirik tarian kunang-kunang yang tak menyala itu Tutup mataku... sebelum bingkisan ini akan habis  tersulut petasan. Diakhir malam bulan sempurna ini, biarkan aku menghadap-MU..... (Andi Mahendra- Krapyak Jogja)

Palsu kah?

Palsu kah? Banyak sekali kepalsuan yang merebak disekeliling kita, tapi secara tak sadar dan santai saja kita malah hanyut menikmatinya. Memang, kepalsuan itu kebanyakan tak kasat mata, agar kepalsuan itu bisa mencapai targetnya tanpa ada kendala. Tapi mengapa kita sering sekali lengah? Kepalsuan pada dasarnya hanyalah sebuah rekayasa yang diimbangi dengan kemahiran pelakunya. kepalsuan tak akan lepas dari keluputan, dan itu pasti! sudah berapa banyak kepalsuan yang terungkap?? Namun pertanyaan lanjutanya tetaplah menakutkan; "Berapa banyak kepalsuan yang akan hadir setelah  itu?" Tak kasat mata. Saat kita tau bahwa teman kita mlakukan kepalsuan pada kita, maka bisikan-bisikan akan mulai berdatangan. Disatu sisi, kita melihat bahwa dia tak bersalah, tak mungkin dia melakukan keburukan itu, dengan pertimbangan sikap dan ucapan yang dia tayangkan selama ini. Namun disatu sisi, keburukan itu secara nalar bisa jadi ada, berdalih dari sifat iri hati atau ketidak percayaan ...

KAU YANG TIADA

KAU YANG TIADA Jeritan bising seonggok kayu lapuk Menelan beribu kepahitan peluh Merekam bisu tetes darah yang menggebu dan bersatu Melawan monster-monster keparat nan buta adab Ah, alangkah mulia skenario yang berputar tatkala itu Bisingan deru peluru, gelegar geranat dan dentingnya pedang Menyimpan berjuta memori haru juang bhineka tunggal ika Arg... brak, bruk. Engkau tersungkur tanpa ada niat mundur Terhunus pedang, tertembak timah panas dan terlempar dari negara hakmu sendiri Lihat! Betapa suci genangan darah merah Dan coba dengarlah lantunan suara “bangkit” di dada mereka Hanya tinggal kata sederhana “berjuang dan melawan” Mereka tak menengok jiwa yang meronta Otak mulia itu hanya bertekad “MERDEKAKAN!” Tertera abadi abadi di tanah lahirnya “INDONESIA” 10 Nopember, kisah yang mengharu biru Untuk Engkau “pahlawanku” yang terbaring abadi di pusara Untaian do’a semoga menaungiMu.           ...

Satu dari Banyak Pelajaran; JANGAN LENGAH

Sobat..... Kehidupan ini berjalan terus tak akat pernah berhenti, bahkan setelah kematianpun akan ada kehidupan selanjutnya yang pasti kita jalani. Sebagai makhluk sosial, tentunya kita membutuhkan sesuatu yang bisa membuat kita bangkit ketika kita lengah, yang bisa membuat kita kembali tersenyum ketika bersedih, yang bisa mewarnai hidup kita saat kita kurang bergairahdan patah semangat. Dan sesuatu itu adalah Teman.  Menurut  Walter Winchell, “Sahabat sejati adalah seorang datang ketika orang lain di dunia ini pergi.”   Ya, tak jarang kita menganggap beberapa teman adalah yang paling baik, bahkan kebaikannya melampaui batas. Tapi kawan, sebesar apapun rasa percaya kita pada teman, sebaik apapun juga dia tetap saja dia adalah manusia yang tak akan pernah luput dari kesalahan lebih-lebih keceplosan ngungkit keburukanmu pada orang lain. Percaya?? atau Tidak?? TERSERAH Sobat..... Menurut  Oscar Wilde, “Sahabat sejati itu adalah orang yang menikammu dari depa...