Skip to main content

[Jalan Seorang Penghafal Al-Quran]


[Jalan Seorang Penghafal Al-Quran]

Ketika engkau memilih jalan sebagai seorang penghafal Al-Quran, maka sungguh engkau telah mengambil suatu amanah yang amat berat.
Amanah yang akan engkau pertanggungjawabkan dunia dan akhirat.
Amanah yang mengharuskanmu mengurangi waktu selain Al-Quran.

Amanah yang selalu menuntutmu untuk memantaskan diri.
Amanah yang membuatmu tak sama seperti temanmu yang lain yang bebas melakukan apa saja, berteman dengan siapa dan pergi ke mana saja.
Amanah yang akan membuatmu sering menangis ketika hafalanmu buruk.
Amanah yang akan selalu mempertanyakan komitmenmu terhadapnya.
Amanah yang akan selalu membuatmu merasa bersalah ketika melakukan satu dosa saja.
Amanah yang akan mengurangi waktu istirahatmu.
Amanah yang menuntutmu untuk selalu berinteraksi dengan Al-Quran.
Begitu beratnya amanah ini sehingga dari sekian banyak hamba Allah di muka bumi, Allah percayakan amanah ini pada pundakmu. Gunung saja tidak sanggup memegang amanah ini, namun Allah memilihmu, karena Allah tau bahwa kamu bisa menjaga amanah ini;amanah yang In Sya Allah akan mengantarkanmu ke surga melalui jalur VIP. Amanah yang akan membuatmu bisa membalas jasa kedua orang tuamu di akhirat kelak. Amanah yang akan mengangkat derajatmu di dunia dan di akhirat. Amanah yang akan menjadikanmu salah satu keluarga Allah di muka bumi. Amanah ini akan membawamu kepada dunia yang tidak akan dirasakan oleh mereka yang tak mau mencoba mengambil amanah ini.
Kapan amanah ini selesai? Amanah selesai setelah kita dan keluarga kita masuk ke dalam surga-Nya Allah.
Jangan pernah menyerah, jangan pernah lelah, karena untuk memetik mawar saja kadang kita harus terluka dan sakit apalagi untuk mendapatkan kebahagiaan surga, pasti butuh perjuangan yang tak mudah.
Masa lalumu adalah hari kemarin. Hari ini adalah usahamu. Hari esok mungkin engkau sudah tiada. Di masa lalu engkau tak kenal dengan Al-Quran. Namun hari ini engkau mulai mencintainya dan hari esok In Sya Allah ia akan memberikan manfaat bagimu.

*diunggah oleh anggota grup 'motivasi penghafal Al-Qur'an'

Comments

Popular posts from this blog

Karakteristik Ajaran Islam

KARAKTERISTIK AJARAN ISLAM MAKALAH Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Ilmu Pengantar Islam Dosen Pengampu: Moh. Dliya’ul Chaq. M. HI. Oleh: 1.       Muhammad Zulfi Fanani 2.       Hasbullah 3.       Muhammad Afwan Imamul Muttaqin 4.       Lugina M Ramdan 5.       Muhammad Irham Mabruri INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)  TAMBAKBERAS JOMBANG 2017 BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Setiap agama mempunyai karakteristik ajaran yang membedakan dari agama-agama lain. Agama yang didakwahkan secara sungguh-sungguh diharapkan dapat menyelematkan dunia yang terpecah-pecah dalam berbagai bagian-bagian. Perpecahan saling mengintai dan berbagai krisis yang belum diketahui bagaimana cara mengatasinya. Tidak mudah m...

KH Shodiq Muslih

KIAI SODIQ   Saat haul ke-27 KH Shodiq Muslih , pendiri Pesantren Mambaul Huda Genukwatu Ngoro Jombang, Selasa (9/8/2016), Pengasuh Pesantren Al Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas KH Jamaludin Ahmad menceritakan sejumlah keistimewaan Kiai Shodiq.   ’’Kiai Sodiq ini namanya, perkataannya, dan firasatnya, sama. Sodiq semua. Jarang ada orang yang nama dan perkataan serta perbuatannya sama seperti beliau,’’ tutur Kiai Jamal.   Kiai Jamal lantas menceritakan sejumlah mukasyafahnya Kiai Sodiq. Kiai Sodiq ini masih pakdenya Kiai Jamal. 1.      Kiai Jamal pernah bertanya kepada ibunda Kiai Sodiq. ’’Bu, panjenengan kok bisa punya anak seperti Kiai Sodiq ini bagaimana?’’ kata Kiai Sodiq. Ibunda Kiai Sodiq cerita, beberapa kali punya anak laki-laki selalu lahir meninggal. Akhirnya begitu hamil lagi, sang ibu memutuskan untuk terus berpuasa sampai melahirkan. Hingga lahirlah Kiai Sodiq. ’’Agar b...

Bersama Ku (Cuplikan Cerpen1)

"Maafkan aku Al". Ungkapku melepas keheningan. Al sejenak melirikku, lantas berpaling memandangi langit malam yang kosong. Aku menghela nafas. "Al, kamu marah ta?". Aku menghela nafas lagi. Tanpa respond, Al tetap memandangi langit malam. Aku menelan ludah. Aku sedikit heran dengannya, padahal langit malam ini kosong, tak ada bulan pun bintang, hanya ada gumpalan mendung yang garang. "Lantas apa yang Al pandang?". Gumamku dalam hati. "Lihatlah Af, langit malam ini sangat gelap kan? tak ada bintang bulanpun tak datang". Ungkapnya, aku memandangnya. Matanya sembab, bibirnya terlungkap, dan perlahan kembali berucap. "Meski langit begitu garang, gelap, dengan gumpalan awan mendung yang menyelimutinya, tapi aku terus mencari celah cahaya disana Af, aku terus mencarinya karena aku tahu bahwa langit tak selamanya akan seperti ini". Al mendukkan kepalanya, menahan tangisn. Aku menghela nafas dalam-dalam, dan membelai lamat-lamat punggun...