Skip to main content

Posts

Pagi Rindu

Aku merindukanmu Saat burung-burung terbang riang Dedaunan melambai senang dan sorotan mentari yang lenyapkan petang Aku merindukanmu kembali ku merindukanmu saat kulihat semut berjalan beriringan Ah, au merindukanmu saat embun mulai merayap menelisik celah bangunan ah, aku merindukanmu Lagi-lagi aku merindukanmu di pagi yang buta ini tak seharusnya resah ini mengadu tapi rindu terlanjur mendekap hati Ah, aku merindukanmu indahnya kulitmu bak sutra tanpa noda ah, ingin kembali aku mendekapmu senyum itu menawarkan cinta yang berlebihan lesung pipimu ah, aku merindukanmu Pagiku, pagi merindu kembali ku merindukanmu.

Tak ada Habisnya

Kelopak mataku tak sanggup mengatup terus terjaga hingga nanti kau tiba hidung ini sesenggukan telingaku mengiangkan rindu Ah, selalu rindu ini membuat tanganku resah melambai bersama tarian bintang Ah, aku tak bisa tidur Rindu, rindu rindu Serasa malam larut terlalu lama dinginnya pun serasa gerah senyappun tak ada artinya Ah, rinduku membuatku bisu bahasa membuatku buta warna membuatku hidup menghampa Ah, rinduku rindu, rindu yang tak ada habisnya

Selimut Merah

Rinduku kembali muncul Setelah beberapa hari ini aku tak jumpa denganmu rindu ini membuatku Ah iya, aku kebali teringat eratnya tanganmu menjabatku hangat, lelap hingga gundahku lenyap seakan kau rasuki aku dengan cintamu Ah iya, andaikan aku nanti jumpa denganmu akan ku suarakan rindu ini padmu dengan bahasaku bahasa cintaku Ah iya, rindu ini kembali muncul bersama hempasan angin malam dan selimut merah yang kosong kosong,

Spesial HUT RI ke 71

Merah-putih dari teras kantor PKK. Sudah 4 hari berlalu, tapi kibaran Sang Pusaka itu tak henti-hentinya membuat hati ini merinding. Bendera panjang yang terkobat kabit oleh angin itu menyerukan semangat juang yang tak ada habisnya. Ya, semangat juang Pahlawan tanpa upah itu. Selamanya kelimis liukan Merah-putih itu tak akan tergantikan. Selamanya. Sudah 4 hari berlalu. Semenjak perayaan HUT RI yang ramai meeriah disambut generasi muda, sontak serentak diapresiasi para tetua, hingga kelebat semburat Cinta makin terasa. Berawal dari Upacara Suci khas 17 Agustus an, lomba-lomba yang menggairahkan, kegiatan-kegiatan pembangkit semangat. Ah, saya yakin seyakin-yakinnya bahwa Bangsa ini akan sembuh total selama warganya serentak peduli pada bangsanya. Eh, bukan hanya pada bangsanya, tapi generasi muda penerus bangsa Indonesia. Penanaman jiwa kebangsaan yang tak lepas dari kultural nuansa keagamaan nian penuh dengan ketentraman, perdamaian, kesetiaan, kebersamaan. Sehingga mampu menjadi...

Special for HUT RI 71

Siapa yang tak kenal beliau?? Hadratus Syaikh Kh. Hasyim Asy'ari. Seperti apa besar perjuangan beliau bersama jajaran Ulama tentang Merdekanya Indonesia??

Spesial HUT Kemerdekaan RI ke-71

Just Affa Photografi With Iqbal Camera Divice.

Garuda Berduka

Garuda Berduka. Garuda sedang berduka. Bukan hanya karena lagu garuda pancasila sudah jarang sekali diperdengarkan, sehingga anak-anak muda tidak mengenalnya lagi. Tapi karena arah perjalanan dan kepakan sayapnya terlihat lelah. Garuda sedang berduka.Jauh tinggi diatas awan lambeng perkasa itu tak henti menatap sedih menyaksikan manusia mabuk dilanda sejuta badai. Jiwanya resah, hatinya pecah dan fikirannya hangus terbakar nafsu. Keseluruhan raganya terjerumus kedalam lubang jerat galiannya sendiri. Mereka sedang bersuka tia mengulang kesalahan berkali-kali atas kesadarannya sendiri. Garuda berduka karena tidak menyangka, tanahnya dirambah dan terus digerus erosi. butir pasir dan tanahnya yang subur, larut. lalu sekejap berubah bentuk menjadi uap hilang terhembus ketidak pastian dan kesedihan. Gasuda sedang berduka. Hatinya terluka, badanya tersiksa, kebesarannya terhina dan masa depannya dilumuri kabut kelabu. harapanya yang dulu bulat kuat seperti benang dipintal, sekarang seakan sed...