Skip to main content

Posts

Arti dan Makna Santri

Kata santri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti [n] (1) orang yg mendalami agama Islam; (2) orang yg beribadat dng sungguh-sungguh; orang yg saleh. Akan tetapi saya punya definisi berbeda arti dari santri tersebut menurut saya, Makna Santri adalah bahasa serapan dari bahasa inggris yang berasal dari dua suku kata yaitu SUN dan THREE yang artinya tiga  matahari. matahari adalah titik pusat tata surya berupa bola berisi gas yg mendatangkan terang dan panas pd bumi pd siang hari. seperti kita ketahui matahari adalah sumber energi tanpa batas, matahari pula sumber kehidupan bagi seluruh tumbuhan dan semuanya dilakukan secara ikhlas oleh matahari. namun maksud tiga matahari dalam kata SUNTHREE adalah tiga keharusan yang dipunyai oleh seorang santri yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Semua ilmu tentang Iman, Islam dan Ihsan dipelajari dipesantren menjadi seorang santri yang dapat beriman kepada Allah secara sungguh-sungguh, berpegang teguh kepada aturan islam. serta d...

My Blogspot

Hy Friend's ....... !   Mengenai asal muasal pembuatan Blog saya ini, saya liat-liat punya temen yang ahli dalam bidangnya, lalu saya coba buat sendiri, ngedit sendiri.... pokoknya serba sendiri(otodidak) kecuali Tulisan yang saya posting. Mungkin ada yang saya ambil dari sumber lain.Kalo ada postingan yang ada nama/tulisan Al-awwal atau Awwalain itu berarti karya asli saya. Terimakasih...... #Kalau ada pertanyaan bisa anda tinggalkan di pesan .. oke ...

Orang Bodoh Punya 6 Sivat

1. Seneng muring-muring padahal masalah sepele.     ( Suka marah-marah padahal masalah sepele) 2. Seneng ngomongno perkoro kang oraono manfaate.     (Suka bicara yang tak ada manfaatnya) 3. Weh-weh ora nang penggone.     (Memberi bukan pada tempatnya) 4. Seneng mbeber rahasiane wong lio.     (Suka mengumbar rahasia orang lain) 5. Percoyo marang sopo wae sing ngomong.     (Percaya pada siapa saja yang bbicara) 6. Ora iso mbedakne karaktere konco. .. (Ustadz Erik.W ) .. *Al-awwal

BAGAIMANA BISA?

Bagaimana nilainya menahan air mata ketika Sang Pencipta menunjukkan kebesaraNYA? kita akan terpejam, atau setidaknya kita akan terpaku Mengapung di tengah lautan air mata sendu "Sungguh, tak ada menang atau kalah dalam perjalanan ini, hanya saja ada yang terluka " Bagaimana bisa kita menahan air mata jika denyut jantung kian melemah? Kita akan menggeram Atau setidaknya kita akan menyesal Merintih pada Tuhan yang Maha Kekal "Sungguh, matahari yang pernah terbit maka akan tenggelam. Manusia yang pernah terlahir, maka akan Mati" Bagaimana bisa kita menahan airmata saat nafas makin ter-engah engah? Mata terpejam, jantung terbelenggu, darah terlena? Apa lagi yang bisa kita harapkan? HARAPAN SEMU? "Sungguh, tak ada bekal yang paling berarti selain ama kita pribadi". *Al-awwal

NULISO!

Tak ada kata tak bisa Bukankah kita adalah manusia? Yang katanya makhluk paling sempurna ? Apakah pantas membatasi kemampuan kita? Kita punya TUHAN yang Maha Kuasa Selagi kita masih di dunia Arwah pun masih akrab dengan jiwa Mari terus berkarya! Menjunjung martabat Bangsa Perbaiki pribadi Negara Dengan keelokan maha karya Para penulis muda Bangsa Indonesia ! .. *Al-awwal

Kalau Kita Mati

نموت ونحي كل يوم وليلة # فلابد من يوم نموت ولانحي ... Kalau kita mati Antara sadar atau tak Antara buta atau tak Antara tuli atau tak Semua serba antara Antara SURGA atau NERAKA. .. sebelum kita mati Sebelum kita berantara Mari kita koreksi Berapa banyak dosa kita Mari kita sadari Disini, di dunia ini kita hanya sementara .. Kalau kita mati Antara SURGA atau NERAKA..! .. *Al-awwal

Sejarah Singkat lahirnya Sholawat Wahidiyah

Sejarah Singkat lahirnya Sholawat Wahidiyah Pada awal bulan Juli 1959. Hadlrotus Syekh Al-Mukarrom Romo KH Abdoel Madjid Ma’roef, Pengasuh Pesantren Kedunglo, Desa Bandar Lor, Kota Kediri, menerima “alamat ghoib”- istilah Beliau - dalam keadaan terjaga dan sadar, bukan dalam mimpi. Maksud dan isi alamat ghoib tersebut kurang lebih: “supaya ikut berjuang memperbaiki mental masyarakat lewat jalan bathiniyah”. Sesudah menerima alamat ghoib tersebut Beliau sangat prihatin. Kemudian mencurahkan / memusatkan kekuatan bathiniyah, bermujahadah (istilah Wahidiyah), bermunajat / mendekatkan diri kepada Alloh memohon bagi kesejahteraan ummat masyarakat, terutama perbai-kan mental / akhlaq dan kesadaran kepada Alloh wa Rosuulihi. Do’a-do’a / amalan yang Beliau perbanyak adalah do’a sholawat, seperti Sholawat Badawiyah, Sholawat Nariyah, Sholawat Munjiyat, Sholawat Masis...