Skip to main content

Posts

KESEMPATAN CINTA

KESEMPATAN CINTA Masih adakah kesemp Yang dapat aku gunakan Untuk mengungkapkan Keberadaan cinta? Aku punya rasa cinta Pada makhluk cantik jeita Meskipun hanya sementara Meskipun terhalangi kaca Dalam langkah perlahan Aku tegakkan harapan Agar taka da penyesalan Saat cinta terpalingkan Diatas bus kota Aku menjumpainya Tubuh indah memesona Wajah cerah menggema Oh cinta Jika ada kesempatan cinta Akulah dimabuk cinta! ~(Affa,01-04-15)~ ata lain

DIMANA RASA KITA?

DIMANA RASA KITA? Ada apa dengan kita? Sudahkan kita sadari? Sudikah kita mengerti? Bahwa pelapukan Negeri ini Membuat alam geli? Alam yang begitu dekat dengan Negeripun begitu prihatin. Tapi dia diam, tak mampu beranjak Tapi dia tak bisu! Alam punya bahasa Hanya kita yang tak tau rasa! Rasa kita dimana? Akrab dengan dunia? Tempat berpijak hanya sebagai asa? Atau singgahan dikira Tanpa mengenal balas budi padanya? Sungguh tak tau rasa! Dimana dogma berada Disana lahir jutaan rasa Dan disini, buih pun ada. ~(Affa,15-08-15)~

(?)KITA BEBAS MENULIS

(?)KITA BEBAS MENULIS Kita punya presepsi Bersatu padu dalam keelokan hati Apa guna menentang dogma orang luar? Jika hanya akanbertengkar? Posisi manusia luar biasa Hingga jatuh dan putus asa Pelan merayap mengunduh cinta Hingga Tuhan terangkan cinta Banyak batu bercampur tanah Kemilaunya agak serakah Meski hitam ada ditanah Hitam jatuh gundahpun jatuh     Entahlah, tak usah ambil pusing. Kita bisa dengan bebasnya berkarya Menuliskan kata yang kita rasa Tanpa peduli seruan burung pipit Atau gurauan orang utan. Buka lebar-lebar hati dam pikiran Hidupkan dirimu selebar-lebarnya Temukan titik focus terindah Dan, tuliskan! ~(Affa,15-08-15)~ .

(!)KITA BEBAS MENULIS!

(!)KITA BEBAS MENULIS! Goyangkan terus saja pohon manga biar buahnya jatuh. Apa bisa Wan? Bisa lah..! tapi lama ndak jadi masalah kan? Bagitu pula saat kita berdoa, seakan kita menggoyang goyangkan pohon manga, lama tak jadi masalah, yang penting pantag menyerah sampai buahnya jatu menimpa. Tak mau menggoyang goyangkan? Tapi mau memanjat? Boleh saja! Iniloh Negara bebas berpendapat, tapi masih punya hukum. Bak air tanpa tempat Bingung mau menggenang dimana Atau anak ayam tanpa induk Bingung tak punya aturan. Delapan enampuluh Pelan tapi ampuh!.

TANAHPUN BICARA

TANAHPUN BICARA Tiap saat kau injak-injak aku Akupun tak pernah mengeluh Lantas buat apa kau perebutkan aku? Akupun semakin bingung dibuatmu. Aku tau kemanapun kau pergi Bukan berarti aku membuntuti Aku akan tetap berdiam diri Hingga kau matipun aku tetap disini. Kaupun terus menginjak aku Hingga tempat tidurmu membebaniku Akupun tak pernah mengeluh. Aku suka perdamaian Dengan api aku tak enggan Dengan air aku pelukan Tapi mengapa aku makin kau PEREBUTKAN? ~(Affa)~

Percikan hati; KAKEK PENJUAL KEONG-Satria Nova

Percikan hati; KAKEK PENJUAL KEONG-Satria Nova Dari deretan cerita singkat itu,  saya ambil beberapa point yang patut kita teladani; 1.Tanggung jawab. Beliau benar-benar menjadi sosok yang nendang bagi para bapak yang tak tau diri, tanggung jawab beliau untuk menafkahi anak isteri sungguh tak tertandingi. Meskipun beliau bukan orang kaya, beliau tak minta-minta. Meskipun beliau serba kekurangan, beluau tak pernah rentan dalam berjuang. Meskipun beliau rapuh, beliaupun tek pernah mengeluh. Sungguh inspiratory pemeluk kalbu.  2. Pantang menyerah. Bagaimana tidak? Tiap hari beliau pulang-pergi dari Lamongan ke Surabaya diusianya yang senja.  3.Tak mengenal. Kata “gengsi”. Ini penting! Karena gengsi itu selalu menuntut pelakunya untuk terus bergaya meskipun tak punya karya. Menuntut untuk selalu terlihat WOW dimata orang. Bukankan dengan bertindak sepantasnya dengan tanpa disertai rasa gengsi itu mudah?MURAH? “HIDUP ITU MURAH, YANG MAHAL ADALAH GAYA HIDUP” ~(Affa)~

BAGAIMANA BISA KITA TAK BERSYUKUR PADA-NYA?

BAGAIMANA BISA KITA TAK BERSYUKUR PADA-NYA? “Dan surgapun tersenyum” ~Satria Nova~ Aku menyaksikan bagai mana mereka hidup dalam keterbatasan Aku mendengarkan bagaimana mereka bertutur sapa dalam kepahitan Akupun merasakan bagaimana mereka bertutur sapa dalam kesulitan.  Entah mengapa ada ketulusan diraut wajah mereka yang penuh dengan peluh perjuangan Ada senyuman yang terkulum dibibir mereka yang kering menahan derita  Ada ketenangan yang terlukis dihati mereka yang gundah. Mereka sepertinya sadar, segala rasa itu datangnya dari hati. Kenikmatan, kebahagiaan, keceriaan, dan kesenangan itu akan hadir jika hati mampu mengelola segala rasa yang ada. Semua ditanggapi dengan hati lapang, sehingga taka da gelisah atau kecewa. Hati yang selalu terbuka menerima segala takdir ALLAH adalah kunci meraih “kebahagiaan”. (Affa,27-05-15)